Nike Ubah Strategi Pemasaran: Jual Langsung Ke Konsumen

 Nike Ubah Strategi Pemasaran: Jual Langsung Ke Konsumen

wikiGo News Bisnis – Nike mulai memasuki era baru dalam pemasaran produk perlengkapan olahraganya. Setelah sekian lama menguasa pasar dunia khususnya Amerika Serikat, Nike mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi distributor serta pengecer dalam penjulanan produknya. Strategi pemasaran ini cukup menggemparkan mengingat Nike tumbuh besar dengan salah satu faktornya berupa distributor-distributor handal yang telah memperkenalkan produknya.

Strategi Nike di tengah kompetitornya

Nike saat ini masih berada di puncak persaingan dan telah memenangi pertarungan global selama berpuluh tahun melawan kompetitor-kompetitor raksasa dunia. Sejarahnya berawal dari seorang pria bernama  Philip Knite, atlet sekaligus pengusaha sepatu. Dia membuat sepatu untuk menjualnya di dekat stadion. Insting bisnisnya mulai mengikuti pola masyarakat sehingga dia mulai menciptakan sepatu untuk keperluan jogging. Strategi pemasaran dia menyasar para pelari non profesional.

Tahun 1979, Nike mulai mengklaim pasar AS dengan produk sepatunya. Dengan menugaskan karyawannya untuk mempelajari revolusi terkait sepatu sport, Nike justru menemukan peluang masuk ke dunia sepatu fashion sport. Perusahaan ini membuat jenis sepatu olahraga dengan desain yang khas.

Strategi Nike dalam pemasarannya meliputi beberapa hal ini:

  1. Memperhatikan perubahan fashion masyarakat

Setelah mendekatkan produknya dengan fashion, Nike mengatur karyawannya untuk mempelajari gaya hidup dan selera masyarakat. Mereka membuat cerita-cerita di setiap musim yang tujuan juga menciptakan mode dari sendiri.

  • Memperkirakan angka penjualan di setiap minggu, bulan dan triwulan

Nike tidak ingin ketinggalan gaya. Mereka selalu mengevaluasi sebuah produk berdasarkan kurun waktu tertentu yang terlihat singkat dalam menilai gerak grafik penjualan. Dengan demikian, setiap detail mengenai perubahan selera pasar dan pola fashion bisa mereka tangkap untuk dicantumkan pada produknya nanti.

  • Selalu mengikuti trend di masyarakat

Saat Nike tidak hanya membuat sepatu melainkan beragam perlengkapan olahraga, mereka awalnya tidak memaksakan gayanya sendirinya kepada masyarakat melainkan menuruti fashion dan selera pasar. Dengan begitu, Nike tidak tertinggal dalam hal gaya dan warna produknya.

  • Menciptakan modenya sendiri

Ketika Nike sudah menguasai pasar sepenuhya, beberap produk mereka mulai menonjolkan kekhasan dan modenya sendiri. Dalam hal ini, yang mereka kedepankan adalah nilai dari barang dan kualitasnya yang di atas rata-rata.

  • Menetapkan segmen harga berdasarkan nilai guna produk

Meskipun mengitui trend pasar, Nike membuat segmen produknya berdasarkan nilai guna. Seiring dengan itu, harganya pun mengikuti segmen tersebut. Misalkan sepatu sport pada bidang olah raga tertentu yang menekankan kualitas dan daya tahan akan lebih mahal ketimbang sepatu jogging dsb.

Strategi marketing Nike tersebut terbukti ampuh menjaga keberlangsungan merek ini. Setiap outlet, distributor dan pengecer mengkopi trategi yang ada dalam penjualan mereka sehingga Nike menjadi raksasa melampui merek lain dari produk-produk olahraga yang lain.

Alasan Nike Ubah Strategi Pemasaran

Perkembangan teknologi dan informasi turut serta dalam perubahan paradigma pemasaran. Jika sebelumnya Nike juga mengandalkan gerai distributor dan pengecer, maka saat ini secara perlahan mereka mengurangi keterlibatan dua lakon tersebut.

Bahkan beberapa waktu yang lalu Nike telah menghentikan kerja sama penjualan dengan Amazon. Nike melihat bahwa pada masa sekarang penjualan melalui internal lebih menjadi pilihan. Selain itu, beberapa pertimbangan di bawah ini yang menjadikan Nike mengambil langkah perubahan strategi pemasaran. 

  • Lebih menguntungkan

strategi pemasaran dengan menjual langsung melalui gerai-gerai resmi Nike, Nike.com dan melalui website- website miliknya lebih menguntungkan bagi merek ini.

  • Menjaga pengaman belanja konsumen

Dengan mengurangi penjualan produk melalui disributor dan pengecer, Nike berharap pihaknya akan lebih leluasa dalam mengontrol pengalaman belanja bagi pelanggan dan konsumennya.

  • Menjual langsung ke konsumen

Menjual langsung kepada pelanggan dan konsumennya memungkinkan Nike menjaga stabilitas harga, sekaligus mengurangi persaingan harga di antara pengecer-pengecer kecil.

  • Menghindari diskon berlebih

Dengan kontrol penjualan sepenuhnya berada pada pihaknya, Nike menghindar dari diskon-diskon produknya yang selama ini terjadi pada distributor dan pengecer.

Dengan demikian, maka ke depannya tidak banyak lagi produk Nike yang bisa pelanggan dapatkan lewat distributor atau pengecer. Publik layak menanti apakah strategi pemasaran baru dari merek ini berhasil terhadap pertumbuhan Nike itu sendiri.

Acikmaris

Baca Info

1 Comment

  • Miin adidas bagaimana wkwkw, adidas ada kah spatu olah raganya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *