wikiGo News BIsnis – Berita cukup mengejutkan publik berasal dari kompas.com yang menemukan data tentang jual hotel melalui marketplace. Semua hotel memiliki banderol harga bernilai miliaran hingga triliunan. Publik melihat ini sebagai fenomena yang tidak biasa. Meskipun ketua PHRI menyatakan bahwa memang betul ada penjualan hotel yang sebenarnya sudah ada sebelum pandemi, tetap saja masyarakat sedikit terkejut melihat berita mengenai ini.

Kenapa Ada Fenomena Jual Hotel?

Hotel berkaitan dengan mobilitas orang di sebuah wilayah. Umumnya, faktor bisnis dan pariwisata menjadi dua hal penting dalam bisnis perhotelan. Dengan penemuan ini, maka ada indikator menyangkut perekonomian dan bisnis yang patut mendapat perhatian.

Pertama, isu kredit macet. Menyadur pernyataan Sutrisno selaku ketua PHRI, ada kemungkinan pemilik hotel mengalami kerugian yang terus menerus selama khususnya selama pandemi sehingga timbul kekhawatiran mengenai kredit macet. Para pemilik hotel yang kesulitan membayar kredit menemukan opsi untuk menjualnya. Pernyataan Sutrisno ini terkait dengan lesunya bisnis perhotelan selama tahun 2020. Banyak hotel tidak berjalan karena covid – 19, sementara operasional hotel tetap berjalan.  Begitupun dengan cicilan.

Kedua, belum ada tanda-tanda pemulihan ekonomi global dalam waktu dekat. Melihat fenomena ini, publik bisa melihat peluang bisnis perhotelan belum akan pulih dalam waktu dekat. Perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain baik untuk perjalanan bisnis maupun untuk pariwisata selama ini yang menggenjot berjalanannya perhotelan. Namun sepanjang tahun 2020 hal ini macet. Bahkan awal tahun 2021 belum ada tanda yang pasti bahwa akan ada geliat yang bagus dalam waktu dekat ke depan.

Ketiga, Jakarta Semakin Mengkhawatirkan Dari Segi Perekonomian.

Sutrisno menyatakan kalau fenomena penjualan hotel secara online terjadi di Jakarta. Ini menandakan, bahwa sebagai salah satu pusat perekonomian dan bisnis, Jakarta sedang lesu. Pebisnis yang bepergian dari dan ke Jakarta adalah pengguna hotel yang jumlahnya cukup tinggi di samping perjalanan dinas dan lain-lain. Meruginya sejumlah hotel menunjukan perjalanan bisni dan dinas menyurut. Mobilitas yang demikian ini, selain menurunkan jumlah pendapatan dalam pelbagai sektor bisnis dan usaha juga berdampak pada resort, penginapan, restoran dan perhotelan.

Keempat, menunjukan indikasi tentang berhasilnya sistem work from home untuk beberapa sektor usaha dan bisnis. Pada tahun 2020, daerah Jakarta khususnya memberlakukan sistem work from home selama beberapa bulan yang pelik. Sistem ini awalnya susah mendapat penerapan yang maksimal, tetapi ada kemungkinan bahwa beberapa bisnis atau usaha justru berhasil menjalaninya. Kemudahan teknologi seperti zoom untuk meeting online memungkinkan pekerjaan benar-benar bisa berjalan dari rumah. Keberhasilan penerapan ini berimbas pada bisnis hotel dan penginapan. Karena sekali lagi, penginapan maupun hotel hanya akan bagus ketika mobilitas manusia tinggi.

Kelima, fenomena jual hotel online akan menjadi hal biasa. Awalnya, publik melihat ini sebagai fenomena karena jika berbicara mengenai hotel tentu itu adalah hal atau barang yang besar. Penjualan hotel melalui marketplace, pada satu sisi menunjukan bisnis hotel yang mengkhawatirkann karena pandemi corona, di satu sisi menunjukan bahwa marketplace dan toko-toko online semakin berkembang pesat sebagai sistem penjualan yang lebih efektif. Pola perdagangan semakin meninggalkan sistem konvensional dengan prinsip-prisnispnya untuk berganti ke digital yang serba mudah dan instant.

Apakah Jual Hotel Lewat Marketplace Bisa Laku?

Menjual hotel melalui marketplace memang tidak biasa. Bagaimana pun hotel adalah hal yang besar dengan sistem jual beli yang tidak familiar dengan sistem marketplace. Fenomena yang terjadi  ini hanya bisa memiliki arti bahwa pihak hotel atau pemilik hotel hanya menggunakan marketplace sebsagai salah satu media promosi penjualannya. Sementara untuk transaksi tidak mungkin melalui marketplace.

Lalu pertanyaan apakah menjual hotel melalui marketplace bisa laku? Ya, bisa laku. Sebagaimana media prmosi, marketplace membawa banyak kemungkinan kepada penjual untuk bertemu dengan calon pembeli. Meskipun untuk Hotel, transaksinya barangkali lebih di luar marketplace itu sendiri.

Jadi, fenomena jual hotel lewat marketplace bukan menyangkut akan laku atau tidaknya. Melainkan lebih kepada berhasil atau tidaknya marketing melalui marketplace. Melihat bahwa berita ini kemudian viral, maka boleh dibilang marketingnya berhasil. Orang-orang akhirnya membicarakannya.