wikiGo News Pendidikan – Kondisi bumi sedang tidak baik-baik saja. Tentu kamu tahu akan hal ini kan? Beberapa tahun belakangan kita memang dikejutkan dengan berbagai data terkait penggunaan sampah plastic di dunia, terkhususnya di Indonesia. Dan ternyata, data-data tersebut mampu membuat kita tercengang karena saking banyaknya. Indonesia bahkan berapa di peringkat kedua sebagai Negara penghasil sampah plastic di dunia, berada di bawah posisi Cina.

Informasi atau data terkait banyaknya sampah plastic di Indonesia yang kemudian mengantarkan Indonesia menjadi Negara nomor 2 penghasil sampah plastic terbesar tentu bukanlah sebuah prestasi yang membanggakan, bahkan sebaliknya. Kita patut bersedih, sebab dengan besarnya angka sampah plastic di Indonesia, itu artinya akan ada banyak ekosistem di Indonesia yang terancam, salah satunya adalah laut.

Kenapa laut? Ya karena Indonesia termasuk Negara maritim. Jika kamu mengikuti informasi seputar sampah plastic, kamu juga akan tercengang, betapa saat ini bumi tidak dalam kondisi baik-baik saja. Apalagi kita tahu, di tengah maraknya sampah plastic, hutan kita juga terus ditebangi, tak heran jika keduanya menjadi sumber masalah terbesar bangsa ini. Lihatlah bagaimana bencana alam banjir tiada hentinya ketika musim penghujan tiba, pepohonan yang seharusnya menyerap air sudah berkurang banyak, hingga akhirnya tanah tak lagi bisa menampung air.

Beberapa tahun belakangan kita juga diperlihatkan, betapa sampah plastic membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat terurai. Ia kan? Bahkan sangat lama. Ia baru bisa diurai lebih dari sepuluh tahun. Maka, sampah yang hari ini menumpuk, belum terurai, dan sudah akan ditambah lagi dengan sampah di hari esok.

Permasalahan sampah plastic menjadi pr kita semua. Kita semua harus bisa memikirkan bagaimana caranya untuk menanggulangi maraknya penggunaan sampah plastic. Yang jika ini tidak kita coba tangani, maka dampaknya tentu akan jauh lebih buruk beberapa tahun ke depan. Beberapa orang mungkin sudah menyadari akan hal ini, namun masih bingung bagaimana cara memulainya, sebagian lagi mungkin masih belum tau atau malah tidak ingin ambil tahu, dan sebagainya.

Maka, tugas kita, sebagai yang mengetahui adalah dengan mengedukasi sekitar kita. Mengenalkan kepada mereka akan gaya hidup baru, yakni Go Green. Gaya hidup satu ini adalah gaya hidup dengan meminimalisir penggunaan plastic sebagai upaya menicntai bumi ini. Saat ini, sudah lumayan banyak kegiatan yang berbau ‘go green’, namun, karena minimnya pengedukasian terhadap sekitar membuatnya tidak berjalan sempurna atau maksimal sebagaimana yang diharapkan.

Ada berbagai cara yang dapat kita gunakan untuk meminimalisir penggunaan plastic, bahkan, di beberapa daerah, ada minimarket yang sudah tidak lagi menyediakan plastic bagi konsumen. Bagi mereka yang belum tahu, tentu kabar ini adalah sebuah kabar yang menjengkelkan, karena mereka meski membawa wadah sendiri untuk menempatkan barang belanjaannya. Berbeda dengan mereka yang sudah tahu, mereka akan cenderung lebih bahagia, karena program tidak disediakannya plastic telah menjadi salah satu wujud kecintaan terhadap dunia yang sedang tidak baik-baik saja ini.

Bagaimana sih cara mengurangi sampah plastic? Mungkin kamu bertanya-tanya, ia kan? Nah, cara-cara sederhana yang bisa kamu terapkan tentu hanya kamu yang tahu. Misalnya, ketika akan berbelanja, kamu biasanya hanya mengandalkan plastic dari si pedagang, maka cobalah menukarnya dengan membawa sendiri, misalnya adalah tote bag.

baca juga Bingung Memilih Sekolah Anak? SD Muh Karangbendo Saja

Jika selama ini kamu kerap membeli minum kemasan plastic ketika berlibur, keluar rumah, jalan-jalan, atau kemanapun, maka kamu bisa menggantinya dengan membawa air minum sendiri. Mudahkan?

Maka, renungkan terlebi dahulu, apa saja yang kira-kira bisa digantikan dengan wadah yang bukan dari plastic. Dengan merenung apa saja, maka akan membuat kamu lebih bijak dalam menentukan jenis wadah yang akan digunakan. Mulailah dengan melakukan hal-hal yang terlihat kecil lebih dulu, seperti tadi, yakni dengan berbelanja menggunakna tote bag, membawa air minum sendiri, dan sebagainya. Jika sudah terbiasa, jangan lupa untuk mengedukasi masyarakat sekitar, dan ajak mereka untuk menerapkan gaya hidup keren satu ini.

Sekian seputar gaya hidup ‘go green’ , semoga bermanfaat.