Trending :

Stay at Home Mebuat Angka Kehamilan di Tasikmalaya Meningkat 105%

1 min read

Angka Kehamilan meningkat

wikiGo News Tasikmalaya – Stay At Home atau kebijakan dirumah saja yang dibuat oleh pemerintah terkait untuk memutus mata rantai Covid-19 Ternyata malah memunculkan fenomena baru sekaligus unik. Pasalnya Karena akibat kebijakan peniadaan aktifitas di luar, Kota tasikmalaya teradi lonjakan angka kehamilan yang signifikasikan.

Yuyun Darmawan, Selaku Kepala bidang kesehatan Masyarakat Kota Tasikmalaya, Mengungkap bahwa Kota tasikmalaya Terjadi peningkatan angka kehamilan yang signifikan mencapai 105%.

Yuyun Dermawan Menjelaskan Fenomena lonjakan angka kehamilan tersebut terjadi secara merata, rata-rata Kehamilan ini dialami oleh perempuan yang berusia muda hingga tua, atau rentang umur 20 higga 45 tahun. Untuk yang berusia muda, mereka hamil setelah menikah pada tahun 2019 dan usia kandungannya pun sudah ada yang 5 bulan ada juga yang sudah mencapai 7 bulan.

“Tetapi memang pada awal bulan januari, februari dan maret, Memang sudah banyak perempuan telah positif hamil dan merekapun sudah melakukan pemeriksaan dibidan maupun rumah sakit, Ujarnya Yuyun Hermawan, Selasa (05/05/2020).

Menurut kepala bidang kesehatan masyarakat kota tasikmalaya (Yuyun Hermawan), dapat dipastikan bahwa ditahun 2020 sekarang atau selama terjadi pandemi covid-19 dan Kebijakan Satay at Home Masih diberlakukan akan terjadi peningkatan pertumbuhan penduduk yang signifikan dikota tasikmalay. Menurut dari data yang ia dapat, lojakan angka kehamilan ini kebanyakan terjadi pada perempuan yang melepaskan KB.

Sementara Itu, Uus Supangat Selaku kepala dina Kesehatan Kota tasikmalaya juga mengungkapkan bahwa kenaikan angka kehamilan yang signifikan ini bisa jadi terjadi karena imbauan pemerintah terkait Stay at Home.

Uus supangat pun menambahkan, Ketika seluruh masyarakat beraktifitas dirumah saja maka pembuahan yang positif dari para pasangan akan terjadi. Namun ia juga menyebutkan, Terdapat juga pasangan dari beberapa pasangan yang justru malah berhenti.

“Kareana ditengah pandemi Covid-19 semua warga juga dianjurkan pemerintah untuk dirumah saja. ini mencerminkan para pasangan bisa kembali membuahkan hasil positif tetapi ada beberapa juga yang malahan berhenti, Terangnya.

Menurut dari Uus Kepala dinas kesehatan, angka kehamilan yang cukup tinggi akan terliha dibulan april. Saat ini juga pihak dari kepala dinas Kesehatan masih dalam perhitungan data dari setiap puskesmas Kota tasikmalaya.

“Kami memang meminta, terutama perempuan untuk bisa KB terlebih dahulu. Tapi dari mereka Rata-rata Sudah melepaskan KB dengan alasan kemauan ingin memiliki Putra/Putri kembali, Terangnya.