Sistematika Penulisan Jurnal yang Simple Banget

 Sistematika Penulisan Jurnal yang Simple Banget

duniadosen.com

wikiGo News pendidikan – Saat ini, melakukan publikasi jurnal seolah telah menjadi kebutuhan, yang meski dilakukan oleh kamu yang ngerasa ‘akademisi’. Mulai dari pendidik atau yang dididik. Nggak heran kalau akhirnya para akademisi mulai kebingungan  bakalan nulis jurnal apa. Padahal nih, jurnal tuh punya banyak manfaat yang bisa kamu maksimalkan, salah satunya adalah untuk memenuhi syarat kenaikan pangkat. Ini kalau bagi dosen. Nah kalau mahasiswa, jurnal ini biasanya dijadikan sebagai syarat kelulusan loh. Sehingga, kamu harus benar-benar tahu sistematik penulisan jurnal yang baik dan benar.

Ketika akan menulis jurnal, satu hal yang harus kamu tahu, bahwa tiap-tiap jurnal punya kaedah-kaedah dan gaya selingkungan yang berbeda. Bahkan, masing-masing jurnal juga punya aturan yang berbeda. Dan ketika akan menulis jurnal, pastikan dulu bahwa kamu tahu dulu sistematika penulisan jurnal yang kamu tuju, dan menyesuaikan penulisannya dengan template yang ada.

Sayangnya, agar jurnal kamu bisa terbit ke jurnal yang dituju, prosesnya panjang loh, dan ada tantangan tersendiri. Karena gimanapun, yang mau menerbitkan jurnal bukan cuma kamu doang. Dan karena inilah saya ngerasa kayaknya perlu deh kita bahas tentang sistematika penulisan jurnal.

Pengertian Sistematika Penulisan Jurnal

Nah, secara umum, kamu harus tahu dulu garis besar penulisna jurnal. Gimana sih sistematika penulisan jurnal yang baik dan benar. Susunannya itu meliputi judul jurnal, abstrak, pendahuluan atau latar belakang, bahan dan metode penelitian, hasilnya, pembahasan, kesimpulan, dan yang terakhir adalah daftar pustaka.

Sebelum kita lanjut, kamu harus tahu, apa sih jurnal itu. Jangan-jangan , kamu bingung karena memang belum tahu pengertian jurnalnya sendiri.

Jurnal adalah publikasi yang bentuknya artikel yang akan dipublikasi dengan rentang waktu yang ada. Dan sesuai dengan interval sesuai dengan waktuyang ada, dan biasanya, tiap jurnal beda-beda ya, ada yang enam bulan, setahun, dan lain sebagainya. Itu pengertian jurnal menurut Wikipedia.

Selain itu, jurnal juga mempunyai beberapa jenis, ada popular jurnals, trade journals, dan scholarly jurnals. Dan kalau kamu sering memperhatikan jurnal, kamu bakalan nemuin, bahwa jurnal ini punya pembahasan dan cakupan yang sangat luas, tapi tetap substanstif. Jumlah halamannya juga nggak banyak sih. Dan dengan jurnal ini, kamu bakalan menemukan pengetahuan baru ketika membaca dari satu kalimat ke kalimat lainnya.

Asli, simple banget. Hal ini tentu beda ya sama tulisan jenis biasa yang ditulis secara bertele-tele. Karena memang, tiap tulisan punya sistematika yang unik, dan berbeda-beda. Jurnal mempunya tujuan yang sederhana, yakni untuk mengembangkan penelitian yang telah ada, dan menjadi acuan terhadap penelitian berikutnya. Yang mungkin sama-sama membahas sesuatu yang sama, tapi harus ada kebaruan terhadap jurnal yang akan kamu tulis.

Nah, dalam sistematika penulisan jurnal, kamu juga meski menggunakan referensi yang falid loh. Dan kerennya lagi nih, jurnal tuh nggak cuma sebatas laporan doang, tapi juga review. Sehingga cocok banget buat kamu yang punya hobi membaca.

Sebelum menulis jurnal, dan mengetahui sistematika penulisan jurnal, kamu cari tahu kira-kira jurnal mana yang akan kamu tuju, atau target jurnal kamu. Dan di sana, setiap jurnal biasanya punya bidang masing-masing sih. Ada yang bidangnya pendidikan Islam, pendidikan umum, sejarah, dan lain sebagainya.

Mereka bahkan sudah memberikan keterangan scope dan juga fokusnya. Jadi, kalau kamu mau menerbitkan jurnal, pastikan dulu memperhatikan scope dan focus yang telah tersedia.  Jika sudah menemukan jurnal yang akan kamu targetkan, kamu bisa langsung mencari tahu template yang disediakan oleh jurnal sasaran kamu.

Dan di template tersebutlah kamu bakalan menemukan sistematika penulisan jurnal. Mulai dari judulnya ditulis seperti apa, menggunakan font apa, ukuran berapa, hingga berapa minimal halaman yang harus kamu kerjakan.

Jadi, jangan lupa temukan dulu templatenya, dan ikuti sistematika penulisan jurnal yang sudah ada di template. Jangan lupa buat mengikutinya degan baik dan benar. Karena kalau kamu nggak mengikuti sistematika yang ada, siap-siap deh bakalan tertolak.

Demikian penjelasan sistematika penulisan jurnal. Untuk penjelasan rincinya kita bahas di artikel selanjutnya.

ayahmak

Pulang dan senja~

Baca Info

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *