Pahlawan Nasional Wanita dan Tonggak Peradaban

 Pahlawan Nasional Wanita dan Tonggak Peradaban

wikiGo News Pendidikan – Wanita merupakan sebuah kunci keberhasilan dan maju mundurnya sebuah Negara. Hal ini karena dari rahim wanita ada banyak sekali generasi yang akan meski mendapatkan asuhan terbaik. Generasi yang harus mendapatkan pendidikan yang tepat agar Indonesia menjadi Negara yang mempunyai peradaban. Semua anak-anak lahir dari rahim seorang wanita, dan karena itulah ada banyak sekali peran wanita di dalam mendidik seorang anak. Dan menentukan kondisi sebuah bangsa. Di Indonesia sendiri, ada lumayan banyak wanita-wanita hebat yang mendapat gelar pahlawan nasional wanita. Mungkin selama ini kita hanya mengenal adanya RA Kartini.

Padahal sebenarnya pahlawan nasional wanita bukan hanya RA Kartini. Ada beberapa pahlawan nasional wanita lainnya seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Nyi Ageng Serang, dan lain sebagainya. Berikut ini kita akan membahas beberapa tokoh pahlawan nasional wanita di atas ya

Martha Christina Tiahahu

Martha Christina Tiahahu lahir pada tanggal 4 Januari tahun 1800. Wanita satu ini telah menjadi sosok wanita yang sangat tangguh, luar biasa, mempunyai keberanian tatkala beliau masih menginjakkan usia yang sangat muda. Bahkan, di usianya yang 17 tahun ia sudah mulai mengikuti perlawanan melawan penjajah.

Dan saat itu, ayahnya harus terkena hukuman mati oleh pemerintahan Belanda. Meskipun demikian, tidak membuat Martha surut semangatnya, ia terus berjuang setelah ayahnya wafat. Nah pada saat itu juga kesehatan fisiknya mulai melemah, sehingga akhirnya ia tertangkap oleh para penjajah. Kemudian dibawa ke pulau Jawa bersama dengan 39 orang tawanan yang lainnya yang akan dijadikan sebagai budak, pekerja paksa. Tidak terima mendapat perlakuan seperti itu. Kemudian membuat Martha Christina mencoba untuk melakukan perlawanan yakni ketika kapalnya sedang menuju pulau Jawa dia berusaha untuk menolak mendapatakn perawtan. Sayangnya,  di tahun 1818 tepatnya di bulan Januari beliau meski menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Cut Nyak Dien

Pahlawan nasional wanita yang pertama adalah Cut Nyak Dien. Cut Nyak Dien merupakan sosok wanita yang melambangkan kegigihan, mempunyai semangat juang yang sangat tinggi, mempunyai sikap rela berjuang yang tinggi,  bahkan rela berjuang hingga titik darah penghabisan. Wanita tangguh ini merupakan pahlawan nasional wanita yang keturunan Aceh.

Meski terlahir sebagai wanita, namun Cut Nyak Dien sama sekali tidak pernah merasa gentar ketika mengikuti pertempuran melawan Belanda. Beliau merupakan istri dari Tengku Umar. Di mana Tengku Umar ini juga merupakan salah satu pahlawan nasional yang wafat pada tahun 1899. Sehingga Cut Nyak Dien meski melanjutkan hidupnya sendiri. Meskipun suaminya telah wafat, namun semangat Cut Nyak Dien dalam dalam berjuang melawan Belanda tetap tidak surut.

Beliau bahkan tetap gigih berjuang untuk Indonesia, melawan pasukan dengan kondisi yang terbilang sangat sangat krisis. Di mana pasukan beliau di Meulaboh sangat sedikit dan persediaan senjata terbilang sangat terbatas.

Selain dua toko di atas, masih ada beberapa pahlawan nasional yang lainnya. Jika kita bandingkan dengan wanita-wanita sekarang, tentu sangat jauh berbeda. Maka, saat ini ini sudah seharusnya para wanita untuk belajar lebih jauh, belajar lebih dalam dari para tokoh nasional yang ada di Indonesia, belajar bagaimana seharusnya wanita menghadapi pertarungan di medan juang.

Sudah waktunya wanita mulai memikirkan bagaimana generasinya kelak. Apalagi di zaman yang serba digital ini. Segalanya menjadi tidak terarah. Kita dapat melihat, bahwa wanita-wanita sekarang lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermain gadget ataupun berjoget-joget di media social.

Baca juga Cara Mudah Menghadapi Rem Blong, Wajib kamu Ketahui

Tentu hal ini tidak mencerminkan bahwa wanita adalah tonggak peradaban, malah sebaliknya. Maka, sebagai generasi yang mengaku milenial, sudah sepatutnya kita untuk berbenah. Sudah sepatutnya kita untuk berusaha menjadi lebih baik. Hal ini agar kita bisa mempunyai semangat yang sangat tinggi dan bisa dijadikan sebagai panutan ketika berjuang melawan penjajah. Ya meskipun penjajahan yang sedang kita hadapi saat ini berbeda dengan penjajahan yang dihadapi oleh para wanita hebat dahulu ya. Mari kita mulai belajar, terus berusaha, dan memberikan contoh yang baik untuk generasi generasi gemilang berikutnya, karena dari Rahim wanita, ada banyak generasi dilahirkan.

ayahmak

Pulang dan senja~

Baca Info

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *