Trending :

Lawan “Politik Islam” Macron dan Kurz Imbau Bentuk Front Dengan Eropa

1 min read

Lawan "Politik Islam" Macron dan Kurz Imbau Bentuk Front Dengan Eropa

wikiGo News Indonesia – Sebastian Kurz selaku Kanselir dari Austria mendesak sesama pemimpin Eropa untuk membentuk Front bersama, Hal itu untuk melawan “Politik Islam”.

“Saya sangat mengharapkan diakhirinya toleransi yang dipahami secara salah dan semua negara eropa akhirnya menyadari betapa berbahayanya ideologi Politik Islam bagi kebebasan kami dan cara Hidup di Eropa,” Ujar Kurz kepada surat kabar Jerman Die Welt. “Saat ini Uni Eropa harus lebih fokus pada masalah Politik Islam juga untuk kedepannya.”

Gagasan membentuk Front bersama Eropa untuk melawan Politik Islam pertama kali dikemukakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron yang saat ini juga dianut oleh para pemimpin Eropa lainnya. Mentri Luar Negri Italia juga mengatakan bahwa Uni Eropa harus mengadopsi versi Undang-undang Patriot Amerika, yang memberi badan untuk keamanan memiliki kewenangan pengawasan yang lebih besar.

Kurz mengatakan, akan menempatkan masalah Politik Islam ini kedalam agenda pertemuan puncak Uni Eropa yang telah dijadwalkan akhir bulan November. Kurz juga telah berbicra dengan Emmanuel Macron serta banyak pemimpin pemerintah lainnya sehingga kami dapat berkordinasi lebih erat di dalam UE.

Loading...

Kanselir Austria memberikan komentar tersebut setelah terjadinya kasus penembakan di Wina pada hari senin yang menewaskan empat orang, serangan teroris besar pertama yang terjadi di bumi Austria sejak 1985.

Untuk saat ini Dinas keamanan Austria masih menyelidiki apakah tersangka berusia 20 Tahun, warga dari negara ganda Austria-Makedonia Utara yang pernah terlibat kasus teror sebelumnya itu memiliki hubungan dengan militan Islam di negara-negara lain, Termasuk Swiss juga telah berhasil menangkap dua orang sehubungan dengan serangan di Wina. Mentri kehakiman Swiss Karin Keller-suter mengatakan lewat surat kabar lokal bahwa kedua tersangka tersebut adalah “Rekan” Penyerang, dan ketiga pria itu baru-baru ini bertemu langsung.

Gelombang serangan yang terjadi di Paris, Nice, Wina dan Dresden oleh Sekelompok Militan Islamis selama beberapa minggu terakhir meningkatkan kewaspadaan dan para pejabat keamanan Eropa mengatakan, bahwa mereka khawatir akan kekerasan lebih lanjut.

Loading...