wikiGo News Pendidikan- Di awal abad 17  M, kajian hadis di Indonesia masih terbilang sangat minim, kajian dirayah hadis masih belum begitu dikaji secara mendalam, alias belum mendapatkan perhatian khusus. Meskipun sebenarnya di abad tersebut sudah ada ulama yang berkompeten dalam mengkaji bidang ini, seperti al-Tarmasi, Nawawi al-Bantani, ‘abd al-Ra’uf al-Sinkili, dan sebagainya. Hanya saja, para ulama di masa itu masih membahas seputar praktek beragama, terkhusus pembahasan mengenai akhlak dan juga fiqh, dan bahkan, karangan-karangan ulama masa itupun seputar praktek beragama. Hal ini dikarenakan di masa itu, kajian yang dibutuhkan masyarakat memang berkaitan dengan praktek beragama dan akhak. Kajian tentang  ilmu dirayah masih dianggap belum begitu penting dan masyarakat belum membutuhkan hal tersebut.

Tentu, zaman berubah, kehidupan di abad 17 berbeda dengan kehidupan masa kini. Perkembangan dunia digital juga mengambil peranan yang cukup signifikan dalam menyebarkan berbagai hadis. Hadis-hadis dengan berbagai kualitas mulai muncul ke permukaan, banyak yang tiba-tiba berani menyampaikan hadis ke muka umum tanpa tahu seluk beluk hadis. Hal ini tentu cukup meresahkan, terutama yang tidak pernah mempelajari ilmu dirayah. Mereka akan menerima informasi hadis apapun yang didapat tanpa mempertimbangkan banyak hal. Fenomena ini terus terjadi  hingga detik ini, sehingga di abad ke 21 kajian seputar hadis terus mendapatkan perhatian khusus dari berbagai kalangan, dan terus mengalami peningkatan-peningkatan yang luar biasa. Hal ini ditunjukkan dengan keberadaan ulama-ulama yang memang memberikan perhatian sangat besar terhadap ilmu hadis. Misalnya adalah Ustadz Ali Musthafa Ya’qub.

Dan kehadiran ulama yang memiliki orientasi pendidikan di bidang ilmu dirayah juga terus bertambah, kita saat ini sudah mengenal Ustadz Abdul Shamad dan Ustadz Adi hidayat yang keilmuannya tidak lagi diragukan. Nah, keberadaan ulama kita tersebut bisa memacu keinginan kita untuk terus mempelajari ilmu dirayah ini dengan mendalam ya. Jika saat ini kamu bingung hendak mempelajari ilmu dirayah di mana, ya ke Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta saja.

Ilmu hadis Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta atau ilmu hadis UAD merupakan salah satu jurusan yang berada di naungan Fakultas Agama Islam dan bisa mengantarkan kamu menjadi ahli hadis, atau paling tidak menjadi peneliti hadis pemula. Jika kamu memilih mempelajari ilmu dirayah di Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan, maka ada berbagai pengalaman dan keuntungan yang kamu dapatkan. Seperti langsung diampu oleh dosen-dosen yang memang berkompetensi di bidangnya yang merupakan lulusan dari dalam dan luar negeri, ruang belajar yang sangat memadai, banyaknya kelompok belajar yang akan menunjang perkuliahan, dan yang paling penting adalah mata kuliah yang akan kamu dapatkan tidak hanya seputar ilmu dirayah saja, tapi masih ada mata kuliah lainnya, seperti kewirausahaan dan studi hadis di Indonesia. Sehingga, ilmu yang kamu dapatkan tidak hanya seputar ilmu dirayah semata.

Tak hanya itu saja, bahkan, dengan berkuliah di Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan, kamu akan diajarkan untuk meneliti hadis menggunakan software loh. Mungkin, beberapa di kampus yang lain masih manual, tapi tidak dengan Ilmu Hadias Univeristas Ahmad Dahlan. Meski demikian, kamu tetap bisa meneliti hadis dengan cara yang manual, karena kitab-kitabnya lengkap. Apalagi nih, sudah ada perpustakaan Tarjih, yang isinya adalah kitab-kitab keagamaan. Dan didukung dengan suasana perpustakaannya yang sangat nyaman digunakan untuk belajar.

Menempuh perkuliahan di Ilmu Hadis UAD akan memberikan berbagai pengalaman berharga bagi kamu, terutama bagi kamu yang ingin aktif ya. Karena sampai saat ini, ada banyak banget event-event yang bisa kamu ikuti, mulai dari yang skala nasional hingga internasional. Biaya kuliahnya juga terjangkau, malah ada banyak beasiswanya juga loh. Untuk fasilitas jangan ditanya ya, karena begitu liat kampsunya aja bisa membuat kamu tercengang, nggak heran kalau UAD terkenal dengan tagline ‘kampus rasa mall’. Nah, buat kamu yang penasaran, yuk langsung kepoin jurusan Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan saat ini juga. Dan kalau sudah fix, jangan lupa nih buat jadi mahasiswa yang aktif, jangan cuma kuliah pulang, kuliah pulang ya, ambil semua peluang yang ada. Kalau mau belajar hadis, ya UAD tempatnya. Semoga bermanfaat.