Cara Meneliti Hadis yang Mudah Bagi Pemula

 Cara Meneliti Hadis yang Mudah Bagi Pemula

nazhroul.wordpress.com

wikiGo News Pendidikan-Di dalam Islam, terdapat sumber hukum yang meski dipecayai dan diyakini kebenarannya. Yakni al-Quran dan hadis. Kalau al-Quran, kemurniannya memang ‘no debat’ deh. Karena orang yang di luar muslim juga sudah mengakui, bahwa al-Quran itu otentik. Sementara hadis, masih menjadi perdebatan ilmuan Barat. Mereka nggak terima atau belum setuju kalau hadis itu berasal dari Rasulullah. Hingga akhirnya, pendapat dan statement tersebut melahirkan berbagai perdebatan ya. Tapi ya debatnya orang berilmu sama yang nggak berilmu mah beda. Mereka debat dan saling adu argume itu lewat karya, bukan lewat jotos-jotosan. Dan setelah ditelaah lebih jauh, ternyata ada loh tokoh orientalis yang menemukan fakta, bahwa hadis itu beneran otentik, akan tetapi ada yang sebagian lagi nggak otentik, karena sudah terkontaminasi dengan kejadian-kejadian di masanya. Oke, kalau orientalis aja punya ketertarikan luar biasa terhadap hadis, masak ia kita nggak pengen tahu gitu. Maka, sebagai langkah awal mengkaji agama ini, saya bakalan bahas deh dikit aja seputar cara meneliti hadis.

Kalau ujung-ujungnya nggak kamu praktekkan buat mengetahui kualitas hadis ya nggak masalah. Yang penting kamu tahu, oh ternyata seperti ini ya prosesnya, oh ternyata harus seperti ini dulu, dan lain sebagainya. Paling nggak, ya tahu basic nya deh. Gitu ya.

Pertama, takrij

Jadi, cara meneliti hadis yang pertama adalah denga melakukan takhrij. Nah, takhrij ini asalnya dari bahasa Arab ya, dengan asal kata tuh kharaja, atau keluar. Dan kalau di dalam istilah hadis, kata takhrij ini diartikan sebagai mengeluarkan seluruh hadis-hadis yang berkaitan. Dalam hal ini, misalnya kamu akan meneliti hadis tentang niat nih.

Nah, tentukan dulu kata kunci yang akan kamu gunakna untuk mentakhrij. Tentukan kata yang memang tidak terlalu umum. Hasil dari kegiatan takhrij ini berupa data. Seperti, hadis tentang niat terdapat di dalam kitab, nomor hadis, ditulis oleh, dan lain sebagainya. kalau dulu, mau melakukan takhrij hadis ya harus manual ya. Bayangin, kamu harus bergelut dengan ratusan kitab hadis hanya untuk aktivitas ini. Tapi kalau sekarang mah, sudah banyak kok aplikasi yang akan membantu kamu. Salah satunya adalah maktabah syamila.  Cuman, sensasi meneliti hadis dengan manual itu jauh lebih berkesan dibandingkan dengan meneliti dengan menggunakan software ya. Ini sih berdasarkan pengalaman saya.

Kedua, melakukan I’tibar

Cara meneliti hadis yang kedua adalah dengan membuat I’tibar, atau membuat dulu skema hadis yang sudah selesai kamu teliti tadi.  Pejelasan tentang pembuatan I’tibar mah agak panjang ya. Intinya, setelah kamu mentakhrij hadis, catat masing-masing jalurnya. Catat nama kitab, dan urutkan periwayatnya dari siapa ke siapa.

Ketiga, meneliti pribadi dan juga metode periwayatan

Nah, fungsi dari cara meneliti hadis yang kedua tadi adalah agar mempermudah kamu dalam melakukan cara meneliti hadis yang ke tiga ini. Jadi, hadis itu nggak berasal dari sembarang orang loh. Asli. Bayangin deh, kalau ada seorang perawi di dalam satu hadis ketahuan nggak menjaga muru’ahnya aja, derajat hadisnya bakalan turun loh. Jadi, nggak main-main. Ada beberapa kriteria dalam menentukan apakah hadis dari si A bisa di terima atau tidak. So, pembahasan tentang meneliti pribadi dari periwayat itu asyik banget. Untuk lebih jelasnya, nanti deh saya bahas di artikel sendiri.  Kita jadikan sebagai edisi khusus ya.

Pokoknya, cara meneliti hadis yang ketiga ini adalah, kamu akan meneliti yang namanya pribadi pribadi dan juga metode periwayatannya seperti apa.

Menyimpulkan

Cara meneliti hadis yang terakhir adalah menyimpulkan. Kalau sudah meneliti sanad atau perawi hadisnya, kamu bisa menyimpulkan dulu. Apakah jalur yang pertama shahih atau tidak. Jika kamu menemukan semua periwayatnya baik, maka bisa dipastikan bahwa sanadnya shahih, atau perawinya tsiqqah.

Ah, nggak cukup banget asli kalau dibahas di sini. Nanti deh, kita bahas bagaimana cara meneliti pribadi dari periwayat hadis. Di edisi khusus juga. Dan kamu bakal dibuat terkagum-kagum dibuatnya. Wong orang Barat aja terkagum-kagum kok.

Sekian dulu. Oh ya, lanjutan dari cara meneliti hadis ini masih ada ya. Nanti kita lanjut lagi. Semangat buat belajar agama. Apalagi di bulan ramadhan seperti ini ya. Pasti pahala belajarnya bakalan bertambah-tambah. Insyaallh. Semoga bermanfaat.

ayahmak

Pulang dan senja~

Baca Info

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *