Bisnis Konvensional Tidak Harus Berakhir

 Bisnis Konvensional Tidak Harus Berakhir

wikiGo News bisnis – Dalam pengertian sederhana, bisnis konvensional merupakan jenis bisnis atau usaha yang dilakukan secara tradisional. Ciri-ciri bisnis konvensional adalah memiliki toko atau gudang untuk menerima konsumen dan pembeli, melayani pembelian secara langsung di toko, transaksi dan distribusi secara riil time di tempat. 

Penyebutan ‘bisnis konvensional’ disebabkan lahirnya era digital. Ketika digitalisasi menguat, banyak bisnis kemudian melakukan bisnisnya secara online dengan berbagai pertimbangan yang lebih membawa keuntungan. Pola belanja masyarakat di era digital juga berpengaruh terhadap ini. masyarakat mendapatkan kemudahan transaksi melalui jaringan internet sehingga pemilik bisnis menyesuaikan diri dengan memasarkan produknya secara online pula. Transaksi yang terjadi adalah transaksi secara online.

Keunggulan bisnis online dibandingkan bisnis konvensional

Meledaknya digital marketing yang berhasil menggeser perdagangan konvensional/tradisional mendapat faktor penyebab berupa kemudahan dan keuntungan berikut.

  1. Kemudahan transaksi

Teknologi berhasil memangkas jarak. Dalam hal bisnis, masyarakat tidak perlu lagi pergi ke pusat perbelanjaan untuk menemukan kebutuhan mereka. Hanya mengggunakan ponsel, orang sudah bisa berbelanja. Kemudahan ini memangkas waktu yang mereka perlukan jika membandingkannya dengan bisnis konvensional.

2. Pemangkasan jalur distribusi

Jika konsumen mengatakan bahwa produk belanja secara online lebih murah, itu dikarenakan jalur distribusi barang dari yang diperpendek. Pada perdagangan konvensional, barang dari produsen melewati beberapa agen/distributor sebelum dijual kepada konsumen. Sudah sewajarnya harga lebih mahal di pasar konvensional. Penjualan barang melalui platform online memungkinkan pembeli mendapatkan harga langsung dari produsen atau setidaknya distributor utama.

3. Variasi barang dan jumlah minimum

Toko konvensional grosir memiliki minimum pembelian terhadap suatu produk. Umumnya jumlah minimum, misalnya sepatu, adalah 1 seri (5) pasang untuk satu model. Produsen dan distributor pada toko-toko online, jarang menjual seperti ini. Bila ada yang menjual grosir maka pembeli mendapat kekebasan untuk mencampur jenis barang sehingga dalam 1 seri tidak perlu berisi satu model saja. selain itu jumlah minimum tidak harus 1 seri, bisa lebih kecil misalnya dua pasang saja.

Cara bisnis konvensional bertahan

Digitalisasi pasar tidak akan sempurna. Artinya akan selalu ada celah yang mana orang pada suatu waktu masih membutuhkan toko konvensional. Marketplace dan toko-toko online memang menggeser paradigma belanja masyarakat, tetapi tidak sepenuhnya menggantikan kedudukan bisnis konvensional. Jadi, digital marketing tetap memiliki kelemahannya.

Menemukan kelemahan yang terdapat pada sistem bisnis online menjadi cara bisnis konvensional untuk mempertahankan eksistensinya.

  1. Tingkat kepuasan konsumen

Bisnis online memiliki kelemahan dalam menampilkan produk kepada pelanggan. Gambar virtual produk bisnis tidak sepenuhnya 100% sesuai dengan tampilan riil. Di sini, ekspektasi pelanggan sering bermasalah. Banyak sekali wujud dari kelemahan tersebut yang muncul melalui komplain pelanggan terhadap pemilik bisnis karena ketidaksesuaian antara barang di etalase toko online dengan barang yang sampai ke tangan mereka. Memang tidak semua demikian, tetapi dalam persentase besar kelemahan ini belum sepenuhnya teratasi. Bisnis konvensional masih menjadi rujukan sebagian pelanggan karena alasan di atas. Masih banyak orang yang lebih puas datang langsung ke toko untuk belanja.

Cara memanfaatkan kelemahan bisnis online ini adalah dengan meningkatkan kualitas terhadap produk barang.

Produk berkualitas bagus meskipun dengan harga lebih mahal akan tetap menjadi pilihan pelanggan yang mengejar kualitas. Jadi, ketika barang murah banyak pada bisnis online, maka bisnis konvensional lebih baik memilih menjual barang mahal yang berkualitas. Untuk membelanjakan sejumlah uang dalam jumlah banyak untuk jenis produk tertentu, orang lebih memilih datang langsung ke toko ketimbang mencarinya secara online.

2. Produk sale atau obral atau diskon

Menjual  produk murah atau obral dalam bisnis online terbukti meraup banyak pembeli. Namun, ada satu kelemahannya yakni pembeli tidak mampu membeli dalam jumlah besar selain karena ongkos pengiriman juga karena pelanggan tidak serta merta mendapat dorongan untuk memborong. Berbeda halnya pada bisnis konvensional. Sebuah toko yang tengah diskon akan banyak menarik orang-orang baik pelanggan tetap maupun masyarakat umum yang tertarik. Kebiasaan membeli dalam jumlah banyak saat sedang diskon, membuat orang selalu mencari toko-toko yang tengah obral barang dalam suatu waktu.

Cara memanfaatkan kelemahan bisnis online ini adalah mendiskon produk pada waktu yang tepat dan target yang tepat. Pada momen yang tepat, bisnis konvensional yang tengah diskon produknya akan menarik lebih banyak pelanggan ketimbang toko online. Apalagi jika produk yang ada adalah produk yang tengah trending dengan kualitas yang bagus.

Begitulah, bisnis konvensional tidak akan pernah benar-benar tergantikan oleh bisnis online.

Yang akan terjadi adalah kombinasi keduanya. Yang perlu menjadi perhatian pemiik bisnis konvensional adalah meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.

Acikmaris

Baca Info

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *