Trending :

1.192 Perusuh Demo Penolakan UU Cipta Kerja Ditangkap, Setengah darinya Siswa STM

56 sec read

1.192 Perusuh Demo Penolakan UU Cipta Kerja Ditangkap, Setengah darinya Siswa STM

wikiGo News Jakarta – Sebanyak 1.192 demonstrasi penolakan undang-undang cipta kerja selama dua hari sejak, 6 Oktober hingga Kamis 8 Oktober 2020. Mereka ditangkap karena melakukan perusuhan dan pengrusakan Halte-halte fasilitas Publik.

“Hampir setengah darinya adalah pelajar STM (Sekolah Teknik Menengah), Ujar Jaya Kombes Yusri Yunus Selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya saat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jum’at, 09/10/2020).

Yusri juga mengatakan, Bahwa Pelajar STM itu merupakan bagian dari kelompok anarko yang melakukan kerusuhan yang mengakibatkan perusakan sejumlah fasilitas umum, seperti Halte Busway PT Transjakarta. Buruh dan mahasiswa juga tergabung ke dalam 1.192 orang yang berhasil ditangkap tersebu.

“disitu ada mahasiswa, pekerja dan juga buruh. tapi memang tujuannya itu bukan bergabung denga teman-teman serikat yang ingin menyampaikan pendapat atas penolakan Omnibus lawa UU Cipta Kerja. Melainkan bertujuan untuk membua rusuh,” Ungkap Mantan Kabid Humas Plda Jawa Barat.

Yusri telah memastikan, mereka datang bukan dari daerah jakarta saja melainkan dari sejumlah daerah, seperti Purwakarta, Karawang, Bogor, Jawa Barat dan Banten.

Mereka datang ke Jakarta memang bertujuan untuk membuat kerusuhan. Kita bisa bilang begitu karena kita menemukan beberapa barang bukti handphone dan keterangan yang kita terima, Ujar Yusri.

Mereka semua datang ke Jakarta dari Undangan yang diterima melalui media sosial, mereka juga menyebut mendapat fasilitas dari pengundang yakni disiapkan tiket kereta api, disiapkan truk, disiapkan bus dan juga nantinya akan diberi uang makan mereka semua, Imbuh yusri.

Para pendemo Omnibus Lawa penolakan UU Ciptaker yang menyebabkan ricuh terjadi pada hari Kamis malam, 8 Oktober 2020. Sejumlah fasilitas umum masyarakat dirusak hingga dibakar, Seperti Pos Polisi dan juga halte-hate busway Transjakarta. Untuk Saat ini polisi masih menyelediki untuk mencari aktor utama dibalik pengrusakan tersebut.